Senin, 16 September 2013

Manfaatkan Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah hal yang sangat digemari saat ini oleh semua kalangan. Hanya dengan online kita dapat berbagi informasi menarik kepada teman-teman, mendapatkan teman baru, membuat grup,  dan masih banyak yang dapat kita lakukan.

Magnet yang terdapat pada jejaring sosial memang sangatlah tidak terduga, karena saat jejaring sosial yang satu diluncurkan selang beberapa bulan/tahun muncul jejaring sosial lain.

Dan ini membuat orang-orang di masa kini tidak terlepas dari gadget mereka yang sudah difasilitasi dengan aplikasi jejaring sosial seperti google plus, facebook, twitter, dll.

Melihat dari boomingnya jejaring sosial maka anda dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan jumlah pengunjung, jaid setelah mempublikasi artikel jangan lupa bagikan artikel di jejaring sosial/media sosial.

Salam Sukses 

Rabu, 20 Juni 2012

tampak samping P. Karimun


Karimun District

Karimun District is lied in Kepulauan Riau Province. This Province has not only a very strategic geographic site, but also it is directly limited to Malaysia and Singapore. With continuously developing area potential, one aspect requiring attention is government’s ability to adapt to Local Library and File in Karimun District. One strategy used in, it is to develop library optimally, and provide facilities to support it.
Objective of study was to understand Development of Local Library and File in Karimun District. This study use descriptive-qualitative. Results of study indicated that internal environment affecting the development of Local Library and File in Karimun District were: (a) quality of human resources, (b) quality of service, (c) instruments and infrastructures, (d) budget for library office       and     (e) site of library office. Whereas, external environment factors were: (a) absence of technology, (b) geographic condition of Local Library and File in Karimun District, (c) support of other institutions.
Keywords: Growth, Library And Archives Area, in Karimun District.
 

                                                                                                                                                                                             MUHAMMAD.ZEN, SH.,MA



PERPUSTAKAAN BERBASIS DIGITAL
( DIGITAL LIBRARY )

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perpustakaan merupakan salah satu pelestari bahan pustaka sebagai hasil budaya bangsa. Salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Artinya budaya bangsa yang merupakan hasil cipta, karya dan karsa manusia itu akan disimpan, dilestarikan dan dipergunakan di perpustakaan. Proses ini akan terus berputar ke depan, tumbuh dan bergerak ke arah kemajuan. Untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna perpustakaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dipandang perlu untuk menetapkan suatu lembaga yang menangani Perpustakaan Umum
Di Kabupaten Karimun terdapat Perpustakaan Dan Arsip Daerah yang merupakan Perpustakaan Umum yang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karimun, Nomor 16 Tahun 2007, tanggal 31 Juli 2007, tentang Pembentukan dan Organisasi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun. Dalam peraturan tersebut, Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah unsur pendukung tugas Bupati di bidang Perpustakaan dan Arsip, yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah. Untuk menindak lanjuti Peraturan Daerah tersebut, perlu ditetapkan Keputusan Bupati Karimun Nomor 12 Tahun 2007 tangal 30 April 2007 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun serta landasan pelaksanaannya berdasarkan Keputusan Bupati Karimun Nomor 17 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas pada Unit Kerja di Lingkungan Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun.
Kondisi fisik gedung dan fasilitas yang ada di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun yaitu:
1. Status Tanah : Milik Pemerintah Daerah
2. Luas Tanah : Lebar 20,00 m / Panjang 30,00 m
3. Status Bangunan : Milik Pemerintah Daerah
4. Luas Bangunan : Lebar 17,50 m / Panjang 20,00 m
5. Nomor SK. Kepala Kantor : KPTS.S2/VI/2007. Tanggal 23 Juni 2007
Untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan bahan pustaka, maka dibutuhkan tata ruang sebagai fasilitas pendukung sarana dan prasarana.
Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup hanya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada gunakanya menguasai informasi yang telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat juga membutuhkan semua informasi tersebut tanpa melihat usia informasi tersebut, tetapi berdasarkan kebutuhan informasi yang dalam masa pencariannya menjadi sangat pendek, dengan kata lain informasi lama tidak akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.
Perpustakaan sebagai salah satu system informasi dan memiliki peran yang sangat vital dalam usaha pengumpulan, pengelolaan dan penyebaran informasi kepada masyarakat yang membutuhkannya, ini sesuai dengan salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi informasi. Tetapi dalam kehidupan saat ini dimana perubahan terjadi dengan sangat cepat, tuntutan masyarakat terhadap kecepatan akses terhadap informasi semakin meningkat, hal ini harus diantisipasi oleh perpustakaan. Untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat tersebut dengan baik perpustakaan harus berbenah, seperti dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (teknologi computer dan telekomunikasi) untuk mendukung operasiaonal kegiatan perpustakaan. Dengan computer, perpustakaan dapat diubah dalam segi penyediaan informasi, pengelolaan serta pelayanannya. Inilah yang biasa disebut dengan electronic library atau perpustakaan elektronik. Kecepatan dan kemudahan memperoleh informasi akan menjadi sebuah ciri sebuah perpustakaan elektronik, sehingga akan menghilangkan hambatan waktu, jarak, dan ruang atau tempat.

B. Rumusan / Indentifikasi Masalah
Hal-hal yang akan dibahas di dalam makalah ini antara lain :
  1. Apa pengertian dari perpustakaan elektronik ?
  2. Apa saja yang dibutuhkan di dalam perpustakaan elektronik ?
  3. Bagaimana pelayanan menggunakan perpustakaan elektronik ?
  4. Apakah keuntungan menggunakan layanan perpustakaan elektronik ?










BAB II
PEMBAHASAN
A. Pegertian Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan elektronik atau juga dikenal dengan perpustakaan maya atau electronic library atau perpustakaan digital adalah sebuah system informasi yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), pengelolaan, pelayanan serta penyediaan (akses) informasinya dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronis yang berupa computer. Dalam perpustakaan elektronik, bahan-bahan pustaka tidak hadir dalam bentuk fisik (disebut maya) yang umumnya ada dalam perpustakaan konvensional. Perpustakaan elektronik merupakan provider atau penyedia informasi, transaksi atau layanan informasinya bersifat elektronik, serta menyediakan bahan-bahan pustaka (item) selain dalam bentuk data elektronik juga dalam bentuk yang lain seperti yang umumnya ada dalam perpustakaan konvensional. Perpustakaan elektronik merupakan salah satu alternatif dalam menyediakan sumber informasi untuk kegiatan pebelajaran jarak jauh (distance learning), mengingat user atau pengguna perpustakaan berada di tempat yang tidak diketahui keberadaannya. Ini dimungkinkan dengan adanya teknologi internet yang sudah berkembang dengan sangat pesat dewasa ini user atau pemustaka dalam memperoleh informasi, selain menggunakan saluran elektronik seperti melalui computer dan telepon juga dapat memperolehnya melalui layanan pos atau user juga bisa datang langsung ke tempat dimana sumber informasi tersebut berada.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa perpustakaan merupakan suatu unit kerja yang menempati suatu tempat khusus yang didalamnya terdapat hasil karya yang dikelola dengan menerapkan kaidah kerja yang baku. Perpustakaan umum amat penting bagi kehidupan kultural dan kecerdasan bangsa karena perpustakaan umum merupakan satu-satunya pranata kepustakawanan yang dapat diraih umum.

B. Hal-hal yang dibutuhkan di dalam perpustakaan elektronik / digital
Dalam perpustakaan elektronik atau digital , organisasi perpustakaan biasanya terdiri dari kepala perpustakaan, bagian / divisi pengadaan, bagian pengolahan, bagian sirkulasi, bagian referensi, dan lain-lain. Pada perpustakaan elektronik bagian atau divisi umumnya masih seperti perpustakaan konvensional. Tetapi untuk sebuah perpustakaan elektronik, divisi atau bagian yang minimal harus ada adalah bagian yang mengurus tentang hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak), divisi pengadaan, dan divisi / bagian pelayanan. Untuk perpustakaan elektronik sesuai dengan ciri dari perpustakaan elektronik itu sendiri yang menyediakan data dan pelayanan elektronik, maka fungsi dari masing-masing bagianpun tidak akan terlepas dari perangkat elektronik. Data pada perpustakaan elektronik harus didisain kedalam format elektronik / digital yang harus memiliki standar internasional sehingga dapat diakses oleh semua mesin pengakses (komputer). Data yang berhubungan dengan item pustaka (bahan pustaka) dapat dibuat identifikasinya seperti buku, majalah, juklak, modul, kertas kerja, kliping, brosur, referensi, dan audio visual , Sedangkan informasi yang dibutuhkan dari data-data di atas dapat dibuat kodifikasi atau penggolongan sesuai dengan kebutuhan atau yang berlaku di dalam perpustakaan pada umumnya, seperti, karya umum, filsafat dan psikologi, agama, ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan, kesenian, hiburan, olah raga, kesusasteraan, sejarah umum dan geografi.
Dalam mengembangkan perpustakaan elektronik, selain data item pustakaan seperti yang telah diuraikan di atas, masih perlu dibuat informasi data mengenai keanggotaan, transaksi, jenis-jenis layanan (public service) yang akan diberikan, juga data mengenai statistik layanan perpustakaan elektronik, peranan sebuah perpustakaan elektronik / digital adalah bagian dari tugas pokok yang harus dijalankan di dalam perpustakaan. Oleh karena itu peranan yang harus dijalankan ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya misi dan tujuan perpustakaan. Adapun peranan yang dijalankan perpustakaan adalah:
  • Perpustakaan merupakan media atau jembatan yang menghubungkan atara sumber informasi dan ilmu pengetahuan;
  • perpustakaan mempunyai peranan sebagai sarana untuk menjalin dan mengembangkan komunikasi antara sesama pemakai;
  • perpustakaan dapat berperan sebagai lembaga untuk mengembangkan minat baca, kegemaran membaca, kebiasaan membaca, dan budaya baca melalui penyediaan sebagai bahan bacaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat;
  • Perpustakaan dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator, dan motivator bagi mereka yang ingin mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalamannya;
  • perpustakaan merupakan agen perubahan, agen pembangunan dan kebudayaan umat manusia;
  • Perpustakaan berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi anggota masyarakat dan pengunjung perpustakaan;
  • Perpustakaan berperan sebagai pembimbing dan memberikan konsultasi kepada pemakai atau melakukan pendidikan pemakai (user education);
  • Perpustakaan berperan dalam menghimpun dan melestarikan koleksi bahan pustaka agar tetap dalam keadaan baik semua hasil karya umat manusia yang tak ternilai harganya;
  • Perpustakaan berperan sebagai ukuran (barometer) atas kemajuan masyarakat dilihat dari intensitas kunjungan dan pemakaian perpustakaan;
  • Secara tidak langsung, perpustakaan yang berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik, dapat ikut berperan dalam mengurangi dan mencegah kenakalan remaja seperti tawuran, penyalah gunaan obat-obatan terrlarang, dan tindak indisipliner. Perpustakaan dengan bahan bacaan yang berisi pendidikan, informasi, dan rekreasi yang sehat dan positif, serta dipahami dan dijiwai oleh para pembacanya (para remaja).
C. Pelayanan di Perpustakaan Elektronik / digital
Dalam perpustakaan Elektronik / digital bagian sirkulasi adalah bagian yang paling bertanggung jawab terhadap proses penggunaan bahan pustaka. Pemakai (user) akan selalu melewati bagian ini untuk kebutuhan peminjaman dan permintaan salinan materi pustaka. Di bagian ini akan ditemui data mengenai jumlah pengunjung, jumlah lokasi yang dipinjam, jumlah koleksi yang paling banyak / sering dipinjam, jumlah koleksi yang belum kembali, data mengenai anggota yang mendapat denda, dan sebagainya. Pada perpustakaan elektronik hal-hal seperti ini tetap ada, hanya tidak akan tampak hiruk-pikuk seperti pada perpustakaan konvensional.
Fungsi ini akan ditemukan di dalam perpustakaan elektronik pada bagian atau divisi statistik. Pada proses pelayanan yang digambarkan di atas ada sesuatu yang selalu dilalui oleh pemakai (user) yaitu yang disebut user interface. User interface merupakan jembatan antara user dengan sistem yang dijalankan sebuah perpustakaan elektronik.
Proses dimulai dengan pertanyaan user, apa yang akan dilakukan user dan darimana user akan memulainya.
Pada tingkat ini pengalaman dan pengetahuan user akan membantu proses interaksi antara user dengan sistem yang dijalankan oleh sebuah perpustakaan elektronik. Kondisi user dapat dibedakan antara yang sudah melek komputer atau mengerti tentang katalog dari user yang buta komputer serta belum memahami katalog.
Dalam proses pencarian dan penelusuran informasi memang ada user yang sungguh-sungguh mencari sesuatu informasi, tetapi terkadang ada user yang hanya sekedar browsing untuk mengetahui berbagai fasilitas layanan yang diberikan.
Untuk itu sistem yang dijalankan oleh sebuah perpustakaan elektronik harus dapat memberikan petunjuk dan informasi yang lengkap sebagai alat bantu (help). Berbagai program bantu saat ini banyak ditemui dalam bentuk quick tour. Yang harus disadari adalah bahwa suatu sistem yang dijalankan tidak mungkin akan menjawab semua kebutuhan user / pemustaka , untuk itu sebuah search engine yang baik harus menyediakan berbagai alternatif penelusuran misalnya hanya dengan memasukkan sebuah kata kunci (keyword).
Namun untuk melaksanakan pekerjaan agar berjalan efektif, maka dituntut SDM yang memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan. Latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan minimal D3 dan tuntutan saat ini adalah S2, Ilmu perpustakaan dan paham terhadap teknologi informasi.”
Dengan kondisi SDM yang profesional, maka pengetahuan dan ketrampilan yang memadai merupakan tuntutan untuk melaksanakan Tupoksi pada unitnya. Selain itu harus mempunyai kompetensi lain, yaitu kecerdasan intelektual, yang harus diimbangi dengan kesabaran (tidak emosional), bahkan juga kecerdasan spiritual. Sedang kualitas pelayanan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam melakukan pelayanan merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan. Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Karimun memiliki karyawan yang reponsif terhadap kepuasan pengguna dan semangat yang tinggi dalam melakukan pelayanan. Hal ini terbukti dengan dilakukannya pelayanan di luar jam kerja. Yaitu: pelayanan sore hari. Semua itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan. Sehingga ketersediaan karyawan yang responsive ini dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna perpustakaan. memiliki kompetensi yang baik untuk melayani pengguna, sehingga menciptakan pelayanan yang memuaskan dan harapan mereka terpenuhi. Begitu pula dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna atas informasi yang dibutuhkan pegawai dapat menunjukkan atau mengarahkan maupun memberikan alternatif kemungkinan keberadaan sumber informasi yang dibutuhkan tersebut dengan baik di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun.
Hal ini juga hendaknya diringi dengan tersedianya gedung yang memadai ,tempat penyimpanan koleksi, seperti rak-rak, lemari-lemari dan sarana pendukung lainnya yang saat ini belum mencukupi, sehingga ada keseimbangan sarana dan prasarana yang disediakan untuk penyimpanannya. Namun Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun saat ini telah berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara terus mengadakan sarana dan prasarana tuk menjadi Perpustakaan berbasis teknologi / digital.
D. Keuntungan Menggunakan Layanan Perpustakaan Elektronik
Keuntungan menggunakan layanan perpustakaan elektronik bagi siswa adalah :
  1. Penyediaan sumber-sumber pengetahuan untuk pengerjaan tugas-tugas bidang studi.
  2. Kemudahan informasi melalui internet.
  3. Kemudahan informasi dari koleksi buku (item pustaka) yang ada di perpustakaan antar sekolah.
  4. Dapat langsung mencetak materi yang dibutuhkan dari sumber tersebut.
Keuntungan menggunakan layanan perpustakaan elektronik bagi guru adalah :
  1. Dapat meningkatkan wawasan pengetahuan guru bidang studi, akses ke internet, akses ke resensi buku (koleksi perpustakaan), dan lain-lain.
  2. Mempermudah guru dalam mendisain media pembelajaran dengan tersedianya
sumber-sumber materi yang mudah diperoleh melalui komputer.
Tujuan dari strategi ini adalah mendekatkan akses layanan perpustakaan kepada masyarakat dengan memberdayakan perpustakaan yang ada dilingkungan masyarakat seperti perpustakaan desa, perpustakaan instansi maupun perpustakaan komunitas. Dalam analisis diatas, disebutkan bahwa aspek keterjangkauan layanan perpustakaan merupakan ancaman bagi pengembangan budaya baca. Untuk itu,dengan adanya layanan perpustakaan berbasis teknologi / digital maka lingkungan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan ancaman ini, karena jarak bukan lagi menjadi kendala.
Pemberdayaan perpustakaan-perpustakaan yang ada dapat dilakukan setelah strategi peningkatan kemampuan pengelola dan strategi peningkatan pemahaman masyarakat dapat dicapai. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pencapaian strategi ini merupakan strategi jangka panjang, yang pelaksanaannya melalui tahap demi tahap. Ke depan diharapkan perpustakaan dan arsip daerah kabupaten karimun harus mengikuti perkembangan teknologi, dalam arti dapat memberikan layanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat setempat dan memanfaatkan sarana teknologi yang ada.
Dampak jika tujuan dan strategi ini dicapai adalah tersedianya layanan yang dekat dengan masyarakat. Beberapa keuntungan yang diperoleh yaitu tercapainya pengembangan budaya baca, efektif dan efesien dalam pelayanan, pemberdayaan masyarakat serta tercapainya visi dan misi Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun. Tercapainya pengembangan budaya baca, karena layanan perpustakaan tidak hanya ada di kantor perpustakaan dan disekolah-sekolah,tetapi dipelosok-pelosok desa tersedia. Layanan perpustakaan bukan lagi hanya milik pelajar atau mahasiswa, tetapi semua lapisan masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini. Efektif dan efesien dalam layanan kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten karimun tidak lagi harus melaksanakan layanan keliling untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari Perpustakaan,sehingga hal ini dapat menghemat anggaran, sarana dan prasarana, jumlah karyawan, serta waktu yang dibutuhkan oleh penguna perpustakaan. Kantor perpustakaan dan arsip daerah kabupaten karimun tinggal melakukan pemantauan.dengan adanya perpustakaan yang beroprasional di masyarakat, maka pemberdayaan masyarakat dapat dicapai. Keberhasilan dari kebijakan harus diikuti dengan pemberdayaan masyarakat. Birokrasi pemerintah tidak lagi harus melakukannya sendiri dalam pelayanan kepada masyarakat, tetapi masyarakat diikut sertakan dalam memenuhi kebutuhan sendiri. Termasuk juga dalam memenuhi kebutuhan akan layanan perpustakaan. Dengan demikian masyarakat akan ikut bertanggung jawab atas berhasil atau tidaknnya suatu kebijakan. Upaya untuk mencapai keberhasilan dalam peningkatan dan pengembangan infrastruktur, maka selaku pengambil kebijakan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun harus dapat menjalin Koordinasi dan Kerja Sama Stakeholder yaitu DPDR Kabupaten Karimun. Keberhasilan suatu kebijakan tidak terlepas dari peran stakholder luar, ini menunjukkan bagaimana stakeholder luar (DPRD) begitu penting dalam menentukan kebijakan baik masalah perencanaan program, maupun anggaran, tanpa persetujuan dewan sulit bagi instansi untuk mengimplementasikan kebijakan. Kebijakan yang dapat ditempuh agar tujuan dan sasaran program peningkatan dan pengembangan infrastruktur Perpustakaan, yaitu dengan mengajukan dana APBD pada Pemerintah Daerah dan APBN ke Pemerintah Pusat.
Hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan strategi dapat berasal dari lingkungan internal organisasi yang berupa kelemahan maupun dari lingkungan eksternal organisasi yang berupa ancaman. Tetapi secara keseluruhan hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan strategi pengembangan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun berbasis teknologi / digital adalah persoalan SDM dan hambatan dalam proses perumusan kebijakan seperti :
  1. Sumber Daya Manusia
SDM di lingkungan pemerintah Kabupaten Karimun lebih bersifat pemberian dari Badan Kepegawaian Daerah, sehingga walaupun setiap instansi telah merencanakan kebutuhan SDM, baik jumlah maupun kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan instansi, tetapi seringkali pemberian Badan Kepegawaian Daerah diluar kebutuhan instansi. Kualitas SDM yang ada di Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun selama ini sudah dianggap baik. Sebagai instansi pelayanan, kualitas pelayanan yang diberikan sudah baik. Akan tetapi selain petugas pelayanan, karyawan juga harus mempunyai kemampuan yang professional, baik pelayanan maupaun administrasi. Sumber Daya yang memadai merupakan sektor yang penting dalam melaksanakan kebijakan publik, yaitu meliputi: staf yang memadai serta keahlian-keahlian yang baik untuk melaksanakan tugas-tugasnya, informasi yang relevan dan profesional, sehingga dapat mengimplementasikan kebijakan dan melaksanakan pelayanan publik. Perpustakaan yang representatif, memberikan pelatihan, pendidikan, bea siswa D3, S1, S2 ilmu perpustakaan guna meningkatkan SDM yang professional. Ditinjau dari faktor sumber daya manusia, maka implementasi rencana strategis diperlukan agar dapat melaksanakan kegiatan/program sesuai tugas pokok fungsi masing-masing. Hal ini penting karena menghindari timbulnya masalah antara unit-unit. Selain itu tidak ada kegiatan yang tumpang tindih dan cenderung menimbulkan kesemrawutan kegiatan yang sedang dan akan berjalan. Salah satu sumber yang paling penting adalah jumlah staf yang banyak tidak menjamin suatu implementasi kebijakan berhasil. Hal ini disebabkan kecakapan yang dimiliki pegawai, namun kekurangan pegawai akan menimbulkan persoalan yang pelik menyangkut implementasi kebijakan yang efektif. Penyebabnya tidak terletak pada kurangnya pegawai, tetapi kurangnya kualitas SDM dan rendahnya motivasi para pegawai.
  1. Anggaran
Hambatan ini berasal dari lingkungan eksternal organisasi, yaitu bagaimana upaya mempengaruhi atau keyakinan pejabat mengambil keputusan di daerah baik dari eksekutif maupun legislatif. Proses perumusan kebijakan terutama berkaitan dengan proses penentuan anggaran atau alokasi anggaran kepada kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun dalam program penegembangan perpustakaan. Dukungan dana merupakan kebutuhan yang mutlak harus penuhi. Dana atau Anggaran merupakan faktor eksternal yang utama dalam implementasi program kegiatan, tanpa adanya dukungan anggaran terutama dalam proses penyusunanannya, maka implementasi tidak dapat berjalan lancar.Solusi dari permasalahan tersebut adalah Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun harus mampu meyakinkan tim anggaran dan dan pembuat kebijakan tentang bagaimana suatu kegiatan akan dilaksanakan dan apa hasil yang akan diperoleh, melalui audiensi bersama pembuat kebijakan dan tim anggaran.





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Perpustakaan elektronik adalah sistem informasi yang terdiri dari hardware, software, pengelolaan, pelayanan serta penyediaan informasinya dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronis yang berupa komputer. Dengan adanya perpustakaan elektronik ini, dapat memudahkan kita dalam mencari informasi dengan cepat, akurat dan efisien. dapat dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Lingkungan internal yang mempengaruhi perkembangan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun adalah: a)kualitas sumber daya manusia, b) kualitas layanan, c) sarana prasarana, d) anggaran untuk kantor perpustakaan dan e) letak kantor perpustakaan. Sedangkan faktor lingkungan eksternalnya adalah: a) belum adanya ketersediaan teknologi, b) kondisi geografis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, c) dukungan instansi lain.
  2. Dari identifikasi lingkungan internal dan lingkungan eksternal, dapat diperoleh faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman Pengembangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun sebagai berikut:
    1. Faktor kekuatan antara lain: kualitas sumber daya manusia, kualitas layanan, sarana prasarana, kestrategisan letak kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun;
    2. Faktor kelemahan antara lain: keterbatasakoleksi bahan pustaka, keterbatasan anggarandan minimnya jumlah pegawai;
    3. Faktor peluang antara lain: dukungan instansi lain/swasta;
    4. Faktor ancaman antara lain: belum tersedianya teknologi dan kondisi letak geografis Kabupaten karimun
  3. Berdasarkan isu-isu strategisnya dalam pengembangan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun, sebagai berikut;
  1. .Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pegawai kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun;
  2. Mengoptimalkan pelayanan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun;
  3. Memanfaatkan minimnya bahan pustaka untuk pelayanan perpustakaan;
  4. Memperbaiki pelayanan dengan mengikuti perkembangan teknologi;
  5. Membangun sinergi dengan instansi terkait untuk mengembangkan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Karimun;

Penulis

MUHAMMAD. ZEN. SH.,MA





DAFTAR PUSTAKA
Buku teks:
  • Arikunto, S. 1993. Prosedur penulisan: suatu pendekatan praktik. Edisi sembilan. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Bryson, John M. 2005. Perencanaan Strategis, Bagi Organisasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  • Bungin, M. Burhan. 2007. Penelitian kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  • Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia.edisi ketiga, Jakarta: Balai Pustaka
  • Djadjulyanto. 1992. Pedoman Penyelenggaraan dan Penyusunan Tajuk Subjek Untuk Perpustakaan. Jakarta: Muara Agung
  • Khoir, Safirotu. 2009. Bahan Kuliah MIP. Magister Informasi dan Perpustakaan.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
  • Kotler,P.1997. Marketing Management:Analisys, Planning, Implementation, and Control (Ninth Edition). New Jersey: Pretice Hall International Inc
  • Muhadjir, Noeng. 1996. Metode penelitian kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin
  • Prawirosentono, Suyadi. 1999, Kebijakan Kinerja Karyawan, Kiat Membangun Organisasi Manajemen Perdangangan Bebas. Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: BPFE
  • Purwono. 2001. Ekonomi Informasi Dalam Menunjang Pelayanan Perpustakaan. Buletin

Minggu, 13 November 2011

GAMBARAN UMUM KABUPATEN KARIMUN


GAMBARAN UMUM DAN KONDISI DAERAH
KABUPATEN KARIMUN

1.    Letak dan Luas Wilayah
Kabupaten Karimun dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999.  Secara administratif Kabupaten Karimun awalnya merupakan wilayah kerja Pembantu Bupati Wilayah II Karimun yang terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Karimun, Kecamatan Moro dan Kecamatan Kundur.
Setelah terbentuknya DPRD Kabupaten Karimun, melalui Perda Nomor 16 Tahun 2001, maka wilayah Kabupaten Karimun dimekarkan menjadi 8 kecamatan, yakni :
A.   Kecamatan Karimun dimekarkan menjadi 4 kecamatan :
1.    Kecamatan Karimun
2.    Kecamatan Meral
3.    Kecamatan Tebing
4.    Kecamatan Buru
B.   Kecamatan Kundur dimekarkan menjadi 3 kecamatan :
1.    Kecamatan Kundur
2.    Kecamatan Kundur Utara
3.    Kecamatan Kundur Barat
C.   Kecamatan Moro
Selanjutnya untuk lebih memaksimalkan pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, melalui Perda Nomor 10 tahun 2004, Kecamatan Moro dimekarkan menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Moro dan Kecamatan Durai.
Secara administrasi pemerintah Kabupaten Karimun dikepalai oleh Bupati yang juga membawahi koordinasi atas wilayah administrasi Kecamatan yang dikepalai oleh Camat, jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun sebanyak 9 Kecamatan dan jumlah Kelurahan sebanyak 22 Kelurahan dan 32 Desa.
  Secara keseluruhan Kabupaten Karimun merupakan daerah kepulauan yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 7.984 kilometer persegi yang terdiri dari wilayah daratan seluas 2.784,2 kilometer persegi (34,87%) dan wilayah perairan seluas 5.199,8 kilometer persegi (65,13%).  Secara astronomis terletak diantara   00 35’ Lintang Utara sampai dengan  10 10’ Lintang Utara dan 1030 30’ Bujur Timur sampai dengan 1040 00’ Bujur Timur, Kabupaten ini berbatasan langsung dengan :
·         Utara        : Selat Malaka dan Singapura,
·         Selatan    : Kecamatan kateman Kabupaten Inhil dan Kabupaten Lingga,
·         Barat         : Kecamatan Rangsang Kabupaten Bengkalis dan Kecamatan
  Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan dan
·         Timur        : Kotamadya Batam dan Ibu kota Propinsi Kepri Tg. Pinang.
Jarak Ibukota Kecamatan yang terjauh dari Ibukota Kabupaten adalah Kecamatan Durai yang berjarak 62,50 Km, disusul Ibukota Kecamatan Tg. Batu/ Kundur dengan jarak 45,00 Km.
Kecamatan di Kabupaten Karimun berjumlah 9 Kecamatan dengan luas wilayah masing-masing sebagai berikut :
No.
Kecamatan

Luas Wilayah ( Km2 )

Daratan
Perairan / Laut
Luas Areal

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Moro
Durai
Tanjung Batu / Kundur
Kundur Utara
Kundur Barat
Karimun
Buru
Meral
Tebing


2.516,00
52,00
34,30
29,50
21,70
49,90
17,80
80,00
72,00

321,14
1.420,54
450,09
509,18
267,12
410,06
366,89
515,41
796,47

2.837,14
1.472,54
484,39
538,68
288,82
459,96
384,69
595,41
868,47


2.    Letak Geografis
Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Karimun memiliki 245 pulau dimana 3 diantaranya merupakan pulau-pulau yang besar, yakni ; Pulau Karimun, Pulau Kundur dan Pulau Sugi (Moro).  Diantara pulau-pulau tersebut kurang lebih 200 pulau telah bernama dan berpenghuni sedangkan sisanya belum bernama dan berpenghuni.  Keunggulan geografis Kabupaten Karimun yang berupa wilayah kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan daerah ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.  Daerah ini sebagai pangkalan sarana utama dan pusat pemberantasan penyelundupan yang bernaung dibawah Kanwil II Dirjen Bea Cukai serta sebagai kawasan berikat (bonded zone) khususnya di Pulau Karimun Besar.
Ibukota Kabupaten yaitu Tanjung Balai Karimun, terletak di Pulau Karimun Besar yang merupakan pusat perkembangan daerah ini. Pulau Karimun yang berlokasi di utara berbatasan langsung dengan selat malaka dan Singapura, dangan jarak sekitar 21 mil ke Malaysia dan 28 mil ke Singapura, selain itu daerah ini juga merupakan persinggahan perhubungan laut dari Tg. Pinang dan Batam ke Pulau Sumatera.

3.            Topografi Wilayah
Secara umum kondisi Pulau Karimun merupakan wilayah yang relatif datar dan terdapat wilayah perbukitan disebelah utara.  Penggunaan lahan yang padat dan dominan untuk kegiatan perkantoran berada di sebelah selatan pulau (daerah pelabuhan).  Bagian utara pulau terdapat beberapa industri besar terutama industri pertambangan batu granit dan industri galangan kapal.  Bagian tengah pulau dikembangkan sebagai kawasan kota baru yang dipacu dengan didirikannya pusat pemerintahan daerah dan jalan poros.  Selain itu bagian tengah dan utara pulau banyak terdapat danau-danau yang sebelumnya merupakan tanah bekas penggalian timah yang cukup dalam dengan kondisi air tawar sehingga dapat dijadikan potensi sebagai objek untuk perikanan dan pariwisata.

4.    Geologi
Secara umum Pulau Karimun mempunyai dataran yang datar dan landai dengan ketinggian antara 20 sampai 500 meter dari permukaan laut.  Namun ada juga bagian yang berbukit-bukit dengan kemiringan sampai 400 serta ketinggian mencapai 500 meter.  Di Karimun terdapat sebuah gunung yaitu Gunung Jantan dengan ketinggian 478 meter dan merupakan salah satu sumber mata air di Pulau Karimun.  Kecamatan-kecamatan yang ada di Pulau Karimun ini juga mempunyai karakteristik yang hampir mirip.

5.    Iklim
Perubahan angin mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap iklim di Kabupaten Karimun.  Secara rata-rata suhu udara di Tanjung Balai Karimun adalah sebesar 27,20 Celcius dengan kelembaban udara sebesar 86%.  Curah hujan rata-rata mencapai 226,7 milimeter dengan jumlah hari curah hujan rata-rata per bulan sebanyak 18 hari.  Curah hujan tertinggi terjadi bulan September sebesar 418,9 milimeter  dengan jumlah hari curah hujan sebanyak 16 hari dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 52,7 milimeter dengan jumlah hari curah hujan sebanyak 14 hari.

6.    Penduduk
Penduduk Kabupaten Karimun berkembang sejalan dengan perkembangan daerah, letak geografis yang strategis serta didukung oleh aksesbilitas transportasi laut yang memadai untuk menghubungkan daerah satu ke daerah lain berdampak pada tingginya mobilitas penduduk dan perpengaruh terhadap perkembangan permasalahan kependudukan secara umum.
Berdasarkan hasil survey Dinas Kependudukan Capil dan KB, penduduk Kabupaten Karimun tercatat 277.454 jiwa kepadatan penduduk sebesar 27 jiwa per Km2.  Kecamatan yang mempunyai tingkat kepadatan tertinggi adalah Kecamatan Kundur dengan kepadatan 1.068 jiwa per Km2, kemudian Kecamatan Karimun dengan kepadatan 794 jiwa per Km2, sedangkan kecamatan yang kepadatan penduduk paling rendah adalah Kecamatan Moro dengan kepadatan penduduk 8 jiwa per Km2.
Penduduk Kabupaten Karimun berdasarkan Kecamatan :
No.
Kecamatan
Kelurahan / Desa
Jumlah Penduduk (jiwa)
Kepadatan (Jiwa/Km2)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Moro
Durai
Tanjung Batu / Kundur
Kundur Utara
Kundur Barat
Karimun
Buru
Meral
Tebing


7
4
8
8
5
6
4
5
7

20.283
7.347
42.031
22.800
18.950
60.221
11.041
55.010
29.771


8
129
1.068
659
784
794
596
532
335
Sumber : Dinas Kependudukan Catatan Sipil & KB, Kab.Karimun, Feb.2011
7.    Pendidikan
Keadaan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Karimun menunjukkan banyaknya sekolah menurut jenjang pendidikan, status, dan kecamatan di Kabupaten Karimun.
No.
Kecamatan
SD / MI
SMP / MTs
SMU / MA
SMK

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Moro
Durai
Tanjung Batu / Kundur
Kundur Utara
Kundur Barat
Karimun
Buru
Meral
Tebing


21
6
28
15
12
19
9
16
12

8
2
6
6
3
9
2
5
6


1
1
4
2
2
4
1
2
3


1
-
1
-
1
1
-
-
1

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional kab. Karimun Tahun 2010

Selain tingkat sekolah dasar, menengah dan atas / kejuruan di Kabupaten Karimun juga terdapat 1 buah Perguruan Tinggi yaitu : Universitas Karimun.Perbandingan jumlah sekolah, murid dan guru sebagai berikut :
Jenjang
Jumlah
Sekolah
Murid
Guru
TK
SD / MI
SMP / MTs
SMA / MA
SMK
46
138
47
18
4
2.605
28.057
10.475
5.572
1.619
241
1.954
770
415
135

Dari data tersebut diatas dapat diketahui bahwa rasio antara guru dan murid adalah sebagai berikut :
Jenjang Pendidikan
Perbandingan Rasio
Guru dan Murid

TK
SD / MI
SMP / MTs
SMA / MA
SMK


1 : 10
1 : 20
1 : 12
1 : 11
1 : 11
Sumber : Dinas Pendidikan Nasional kab. Karimun Tahun 2010

Angka tersebut diatas menggambarkan bahwa perbandingan jumlah murid dan guru di semua jenjang pendidikan sekolah menunjukan rasio cukup ideal.  Namun perbandingan jumlah guru dengan jumlah murid untuk jenjang SD / MI cukup tinggi.  Permasalahan berkaitan dengan pendidikan adalah kurangnya minat anak usia sekolah untuk bersekolah karena masih banyak penduduk yang berstatus prasejahtera, sehingga walaupun biaya sekolah gratis tetapi umumnya anak usia sekolah sudah bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, terutama yang dialami masyarakat pelosok atau daerah terpencil.


Oleh 
MUHAMMAD ZEN. SH.,MA